Macam Macam Lisensi yang Ada Di Open Source

kata wikipedia Lisensi atau license secara umum dapat diartikan pemberian izin, hal ini termasuk dalam sebuah perjanjian. definisi lainya juga termasuk memberian izin dari pemilik barang/jasa kepada pihak yang menerima lisensi untuk menggunakan barang atau jasa yang dilisensikan, setidaknya ada 2 tipe source, ada Open Source dan Close Source, berikut penjelasanya :

ilustrasi open source vs closed sorce
ilustrasi open source vs closed sorce

Apa itu Close Source

Versi saya, Close Source itu arti gampangnya Pelit dan Ga boleh di intip. pelit disini bukan berarti jahat, dengan pelit
kamu tentu saja melindungi si programer dari kerugian. bayangkan aja jika kamu seorang programer, banting tulang
membuat sebuah program untuk kamu jual, lalu source codenya kamu buka gitu aja, maka bisa jadi tidak ada orang yang membelinya.

nah jadi, Closed Source itu pengertiannya adalah aplikasi dengan kode sumber yang tertutup sehingga Pemakai tidak bisa memodifikasi, mengubah, mengcopy isi dari kode sumber tersebut.

Apa itu Open Source

Open Source secara umum sih dapat diartikan Pemakai atau user dapat melihat source (kalo dibahasa indonesiakan
sih jadinya “asal”) dan memperbolehkan Pemakainya melihat bagaimana cara kerja dari ‘source’ itu sendiri serta pemakainya juga diperbolehkan untuk memperbaiki atau mengembangkan sebuah source-nya agar menjadi lebih baik lagi.

Lalu, Software Open Source itu apa ?

melihat kembali tulisan Apa itu Open Source diatas ya, jadi sebuah software itu kan sebelum dapat digunakan tentunya di program / dicoding sedemikian rupa oleh peng-Coder-nya agar sesuai dengan yang diinginkan, nah dengan arti Software  Open Source itu berarti source code dari software tersebut boleh kita buka, lihat, dan modifikasi.

tapi udah belum, Macam Macam Lisensi yang Ada Di Open Source

Apache License

Apache License
Apache License

Apache License adalah lisensi untuk perangkat lunak bebas guna yang ditulis oleh Apache Software Foundation (ASF). Lisensinya memberikan hak Pemakaian paten secara langsung dari si pembuat perangkat lunak kepada pemakai.

Jika menggunakan perangkat lunak berlisensi ini, pemakai boleh menggunakannya untuk tujuan komersil, pemakai boleh mendistribusikan ulang, memodifikasi, menggunakan paten, dan boleh menerapkan lisensi yang berbeda dari perangkat lunak asal. pemakai juga boleh menggunakan dan memodifikasi perangkat lunak secara pribadi tanpa ada kewajiban untuk mendistribusikan ulang. pemakai harus menyertakan lisensi ini pada perangkat lunak turunan yang didistribusikan, menyertakan hak cipta asli si pembuat, serta menyertakan perubahan apa saja yang dilakukan (apabila dimodifikasi ya).

pemakai tidak boleh menggunakan trademark, logo, atau mengatasnamakan si pembuat dalam proses distribusi ulang dan tidak punya hak untuk menuntut si pembuat ketika terjadi kerusakan pada perangkat lunak tersebut.

GNU General Public License / GPL

General Public License adalah lisensi paling banyak digunakan pada perangkat lunak opensource. Pemakai boleh menggunakan perangkat lunak berlisensi ini untuk tujuan komersil, Pemakai boleh mendistribusikan ulang, memodifikasi, menggunakan paten, dan Pemakaian secara pribadi tanpa ada kewajiban untuk mendistribusikan ulang.

Pemakai harus menyertakan kode sumber dari library yang dimodifikasinya (bukan kode sumber dari keseluruhan program), menyertakan lisensi, menyertakan hak cipta asli si pembuat, serta menyertakan perubahan apa saja yang dilakukan (apabila dimodifikasi). Pemakai tidak punya hak untuk menuntut si pembuat ketika terjadi kerusakan pada perangkat lunak tersebut.

MIT License

 

MIT license adalah lisensi perangkat lunak bebas guna yang berasal dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Lisensi ini ringkas dan to the point. Lisensi ini membolehkan Pemakai untuk melakukan apapun pada kode program seperti pada Apache License. Lisensi ini hanya mewajibkan Pemakai untuk menyertakan lisensi dan copyright si pembuat pada kode yang didistribusikan ulang dan tidak ada larangan untuk menggunakan trademark dari si pembuat asli. Selain itu Pemakai juga tidak berhak untuk menuntut si pembuat ketika terjadi kerusakan pada perangkat lunak tersebut.

BSD License

Lisensi ini memberikan kebebasan sebebas-bebasnya pada Pemakai untuk melakukan apapun pada kode selama tetap menyertakan lisensi dan copyright.

Artistic License

Lisensi ini biasanya digunakan oleh komunitas Perl. Lisensi ini memberikan kebebasan, keharusan dan larangan seperti pada MIT License. Selain itu, lisensi ini mengharuskan Pemakai yang memodifikasi perangkat lunak untuk juga menyertakan versi aslinya dalam pendistribusian. Selain itu nama dari perangkat lunak yang dimodifikasi harus berbeda dengan nama perangkat lunak originalnya.

GNU Lesser General Public License / LGPL

GNU General Public License GPL
GNU General Public License GPL

Lisensi ini sama seperti lisensi GPL v3.0, dengan sedikit penambahan izin bahwa kode library yang dimodifikasi harus menggunakan lisensi yang sama, tetapi program yang menggunakan kode library tersebut tidak mesti menggunakan lisensi yang sama.

ini seperti salah satu OS linux yang baru saja saya instal, yaitu ElementaryOS, kamu bisa baca ceritanya saya yang baru aja Nyicip ElementaryOS di Laptop AMD E1

Mozilla Public License 2.0 / MPL 2.0

Lisensi ini dibuat oleh Mozilla Foundation. Lisensi ini mirip dengan lisensi GPL. Setiap kode program yang dimodifikasi harus tetap berada di bawah lisensi ini. Tetapi Pemakaian kode programnya dapat digabung dengan program yang berlisensi proprietary selama kode file yang berlisensi MPL. Selain itu binary program dapat didistribusikan di bawah lisensi proprietary selama kode sumbernya tetap berada di bawah lisensi MPL.

Microsoft Public License / MS.PL

Lisensi dari Microsoft ini termasuk gebrakan heboh dari microsoft, gimana ga termasuk gebrakan ya, soalnya kan kita tau sendiri siapa microsoft, perusahaan yang termasuk jualan software. nah ceritanya dengan menggunakan lisensi ini membolehkan Pemakai untuk melakukan apapun pada perangkat lunak.

Pemakai harus menyertakan copyright dan lisensi pada perangkat lunak yang didistribusikan. Selain itu distribusi perangkat lunak hasil modifikasi tidak boleh mengatasnamakan trademark atau nama si pembuat pertama.

Unlicense / Public Domain Dedication

Seperti dijelaskan di awal tulisan bahwa by default setiap karya dilindungi undang-undang hak cipta. Adapun bila kita hendak membuat karya kita dapat digunakan oleh siapapun tanpa batasan apapun, kita dapat menggunakan Unlicense. Unlicense ini akan membuat karya kita menjadi public domain, yakni tidak lagi dilindungi oleh undang undang hak cipta. Karya public domain ini dimiliki oleh publik, dan tidak bisa dimiliki oleh perorangan.

Do What The F*ck You Want To Public License / WTFPL v2.0

menurut saya lisensi ini yang paling dafuq, Lisensi ini nyaris seperti public domain. Lisensi ini super-permissive, artinya Pemakai dapat melakukan apapun yang ingin dilakukan pada kode program. Tapi perlu dicatat bahwa lisensi ini bukan lisensi trademark. Tidak ada sangkut paut apapun dengan si pembuat kode pertama dan kode hasil modifikasi tidak boleh menggunakan nama yang sama dengan nama kode/program yang dibuat oleh si pembuat sebelumnya.

jadi gimana, udah pada tau kan apa aja Macam Macam Lisensi yang Ada Di Open Source, kalo suka jangan lupa share artikel ini ya ke yang lain, semoga ilmu yang kamu dapatkan bisa berkah, berh buat sendiri dan orang lain.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *