Perbedaan SUDO dan SU

untuk teman teman yang baru belajar linux tentunya bingung akan perbedaan SUDO dan SU, ini hal yang wajar ko, bahkan saya sendiri pun mengalami hal yang sama. yang terpenting adalah teman teman memahami dulu fungsi dari SUDO dan Fungsi dari SU, dan nantinya tahu kapan harus menggunakanya.

Apa itu SUDO

Kepanjangan dari sudo ini adalah “Super User Do“, jadi gampangnya kalo di artiin ke indonesia tu jadinya “Yang dilakukan Super User“, masih bingung ?

Misalnya kita adalah user Andi, ingin melakukan perintah mematikan komputer seperti berikut :

Andi@serverlinux ~ $ shutdown

dengan menjalankan perintah diatas artinya perintah tersebut akan dijalankan atas nama user Andi. Sedangkan kita tau di dalam dunia Linux, ada perintah yang hanya bisa dijalankan oleh otoritas tertinggi seperti Super User (root), yang kita salah satunya adalah shutdown ini. Sehingga jika anda menjalankan perintah shutdown ini sebagai user Andi yang notabene adalah non super user, maka perintah ini tidak dapat dijalankan.

Lalu, bagaimana penggunaan perintah sudo itu ? Contohnya begini :

Andi@serverlinux ~ $ sudo shutdown

Apa itu SU

Mungkin anda sudah menduganya, ya benar, Perintah SU ini berasal dari kata “Switch User“, yah yang kurang lebih artinya “Ganti User“.

contohnya gimana sih, ini dia.

Andi@serverlinux ~ $ su

Perintah diatas bermaksud akan berganti dari User “Andi” ke “Super User“.

Owh ya, ketika perintah diatas di jalankan, pastinya anda akan diminta memasukkan password dari user root tersebut. Jika berhasil, maka anda akan berubah menjadi user root yang ditandai dengan prompt #:

root@serverlinux ~ $ #

lho, katanya swith user, ko jadi malah pindah ke Super User ?

iya bener gan, jadi ketika perintahnya tidak menyebutkan pindah ke user yang mana, maka secara default perintah diatas langsung menuju ke Super User.

jadi jika anda bermaksud pindah ke user yang sudah ada, silahkan di sebutkan nama usernya, misalnya kita akan pindah kembali ke user Andi.

root@serverlinux ~ $ su Andi

Kapan Harus Pakai SUDO dan Kapan Harus Pakai SU

Menurut saya, saat ini perintah SU sebaiknya hanya digunakan untuk berpindah ke user biasa. Karena kita tau perintah SU untuk berpindah ke User Root cenderung tidak aman. banyangkan saja jikalau hacker sudah dapat 1 password user root, maka dia sudah dapat akses seluruh sistem. Ini sangat berbahaya. oleh karena itu banyak distro saat ini sudah hampir semuanya mendisable user root ini dan menggantinya dengan sistem sudo.

jadi Untuk menjalankan perintah yang membutuhkan hak akses super user, sebaiknya selalu gunakan sudo. Karena akan lebih aman dan dijamin akan manajemennya lebih mudah.

Kenapa lebih aman?

Logika sederhana saja, Seandainya user Andi berhasil terhack, maka kita masih punya user Budi yang sama-sama punya akses sudo sebagai backup.

jadi, bagaimana ? apakah sudah mengerti dan tahu apa itu sudo dan su, kapan juga harus pakai sudo dan su ya kan, terimakasih atas kunjunganya.

 

 

 

 

Download Tutorial Setting Mikrotik Game Online Caching Youtube

2 comments on “Implementasi, Konfigurasi HAProxy dan Replikasi Data Menggunakan GlusterFS

  1. Firmadi Libra
    May 24, 2018
    Reply

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *